22 November 2011

Tips Bangun Tidur Dengan Nyaman

Alarm sudah berbunyi. Kamu segera bangun hanya untuk mematikannya lalu kembali memeluk bantal dan guling.
Rasa enggan saat bangun pagi adalah hal yang sering terjadi. Bisa karena waktu tidur yang kurang bisa  memuaskan istirahat kamu, bisa juga karena malas menghadapi rutinitas kerja sehari-hari.
Supaya kamu bangun dengan suntuikan semangat dan energi, lakukan cara berikut ini!

Memijat telinga
Kamu sudah terbangun tapi masih malas membuka mata dan beranjak dari tempat tidur? Dengan mata terpejam, gosok daun telinga kamu. Bagian ibu jari di menggosok bagian belakang telinga ke arah atas dan bawah. Lakukan 20 kali.
Manfaat:
- Melancarkan peredaran darah
- Menghilangkan rasa ngantuk

Tangan di kepala
Letakkan telapak tangan kanan Anda di dahi lalu letakkan telapak tangan kiri di atasnya. Ganti posisi telapak tangan. Lakukan 20 kali.
Manfaat:
- Melemaskan otot-otot tegang di sekitar kepala
- Menghilangkan rasa penat di kepala

Memijat mata
Pijat kelopak mata dan area di sekitar alis dengan ujung jempol. Lakukan 15-20 kali.
Manfaat:
- Merilekskan saraf-saraf di sekitar mata
- Menghilangkan rasa ngantik yang membuat mata berat

Memijat perut
Letakkan telapak tangan di perut. Usap-usap seluruh bagian perut hingga terasa hangat.
Manfaat:
- Memperlancar peredaran darah di sekitar perut
- Membantu proses membuang gas di perut
- Melemaskan otot-otot perut

Permainan perut
Setelah diusap-usap, lakukan permainan perut. Tepuk-tepuk perut Anda. Kemudian lakukan gerakan menggambar di perut. Tarik napas, lalu kembang kempiskan perut Anda.
Manfaat
- Menguatkan otot perut
- Baik untuk melatih kekuatan organ-organ hati, ginjal dan dan sistem pencernaan.

Pengaruh Komputer Terhadap Kemampuan Otak

Komputer dengan berbagai macam inovasinya telah memberikan manfaat yang luar biasa bagi manusia, bahkan saat ini perkembangan komputer dirasakan lebih cepat daripada perkembangan peradaban manusia itu sendiri.

Salah satu inovasi yang lahir setelah komputer adalah internet. Sejak kombinasi antara komputer dan internet tercipta, era baru kehidupan manusia pun dimulai. Formulasi-formulasi baru dalam komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia. Bahkan, ada jenis-jenis pekerjaan tertentu yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik manusia yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis.

Namun, benarkah computer telah benar-benar memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia atau mungkin sebaliknya computer malah mengurangi kemampuan manusia, khusunya otak.

Bagi kalangan usia menengah dan lanjut usia, aktivitas menjelajah internet ternyata dapat memberi dampak positif bagi fungsi dan kemampuan otak, demikian hasil sebuah penelitian terbaru yang dimuat American Journal of Geriatric Psychiatry.

Peneliti menyatakan, aktivitas menggunakan internet mungkin dapat membantu mencegah perubahan psikologis berkaitan dengan pertambahan usia yang kerap menyebabkan penurunan fungsi otak. Ketika seseorang bertambah tua, diyakini terjadi sejumlah perubahan nyata pada otak termasuk penciutan dan pengurangan aktivitas sel yang dapat mempengaruhi kemampuan dan fungsi otak.

Riset terbaru juga telah mengindikasikan bahwa aktivitas surfing internet dapat menjadi salah satu alternative yang dapat membuat otak tetap aktif, selain bermain puzzle atau membaca.

Hal tersebut dapat diyakini karena jika seseorang mempelajari sesuatu yang baru, maka pengetahuan orang tersebut akan bertambah jumlahnya dan kompleksitas jaringan kerja saraf otaknya juga akan mengalami peningkatan. Tentu dengan sendirinya ini akan berakibat pada peningkatan kekuatan dan daya otak.

Jika komputer dapat meningkatkan kemampuan otak bagi orang dewasa, ternyata tidak demikian pengaruhnya bagi anak-anak.

Dilansir Daily Mail, para peneliti dari Universitas Gothenburg di Swedia menemukan bahwa kemampuan membaca dari anak berusia 9 dan 10 tahun yang di rumahnya memiliki setidaknya satu komputer merosot. Para peneliti juga menemukan bahwa kemampuan baca anak laki-laki mengalami penurunan lebih sedikit dibandingkan anak perempuan. Hal ini dikarenakan mereka cenderung menghabiskan lebih banyak waktu pada permainan video game.

Banyak pendapat yang menyatakan bahwa bermain video game dapat meningkatkan kemampuan otak. Dan memang benar, bermain video game tertentu dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam beberapa hal khusus.

Namun, penelitian terbaru dari Florida State University menunjukkan bahwa tidak ada hubungan langsung antara bermain video game dan peningkatan kemampuan otak secara general, bahkan riset-riset terdahulu yang menunjukkan bahwa kemampuan kognitif seseorang dapat terasah dengan bermain game tidak dapat direplikasi dengan baik dan mungkin saja penelitian-penelitian tersebut memiliki suatu kesalahan metode dalam penelitiannya.

Faktanya adalah jika seseorang bermain video game, maka satu-satunya yang akan berkembang hanya koordinasi antara mata, otak dan jari.

Ada suatu hal yang cukup mengejutkan yaitu sebuah sekolah di Amerika Serikat berusaha menjauhkan anak-anak dari komputer dan tetap menekankan pendidikan kepada aktivitas fisik dan belajar secara kreatif.

Bahkan alat-alat belajar yang digunakan para siswa di sekolah tersebut hanyalah pena, kertas, dan seringkali mereka juga menggunakan alat rajut dan lumpur. Sementara sekolah lain memenuhi ruang kelas dengan kabel, sekolah ini justru hanya berhiaskan papan tulis dengan kapur warna-warni, rak buku ensiklopedi, meja kayu penuh workbook, dan pensil-pensil.

Para pendidik dan orangtua murid di sekolah tersebut percaya bahwa pendidikan dan teknologi tidak bisa dicampuradukkan. Para pendidik di sekolah Waldorf percaya bahwa komputer menghambat pemikiran dan gerakan kreatif anak, serta mengurangi interaksi antarmanusia secara langsung.

"Saya secara fundamental menolak gagasan bahwa pendidikan pada sekolah dasar membutuhkan alat bantu teknologi. Ide bahwa iPad dapat mengajarkan anak-anak saya membaca dan melakukan aritmatika itu konyol," jelas Alan Eagle (50), salah satu orangtua murid yang menyekolahkan putrinya di sekolah Waldorf.